Halo Semua >,<
Kembali lagi di kisah liburan low no budget gue dalam mengeksplorasi, jalan-jalan santai, serta hunting fotokopi ibukota tercinta kita Liverpool Jakarta. Selang dua hari setelah eksplorasi pertama gue yang bermodalkan sebungkus tembakau, chuba 'keripik singkong' rasa 'balado', serta tekad dan motivasi dari hati yang paling dalam. Tepatnya di hari rabu, di siang menuju senja yang berangin sepoy-sepoy yang sangat menyejukkan jasmani dan rohani setelah menerima hasil belajar selama semester yang sungguh sangat memuaskan (dalam arti yang lain).
Bermodalkan tekad dan motivasi untuk bisa beranjak dari kasur, gue pun memberanikan diri untuk keluar rumah dan pergi menuju salah satu warung kopi di jalan alfabet di daerah kebon jeruk. Dengan niat awal hanya sekedar membakar tembakau dan menyeruput kopi hitam dengan manja, gue pun iseng membawa kamera di jok motor dengan alasan 'siapa tau ada cewek cantik di jalan yang minta di foto sama gue'.
Sesampainya disana, ditemani seorang rekan juga segelas kopi hitam panas serta tembakau sampoerna. Rekan pun bertanya (namanya Zulham) apakah gue membawa kamera gue, dengan lantang dan perkasa gue pun mengangguk iya. Dia pun meminjamnya, tidak lama sejak itu beberapa rekan lain pun berdatang dan pergi, dua diantara rekan lain pun yang masing-masing memiliki Vespa pun datang. Dengan bermodal iseng gue dan Zulham pun melakukan photoshoot sederhana dengan dua Vespa milik dua rekan gue di lahan parkir persis di seberang warung kopi.
| Zulham's |
| Eza's |
And somehow, I enjoyed myself for taking photo of it. Gue mendapat beberapa gambar yang bagus, selain mengambil foto dua otomotif tersebut gue dan yang lain pun melakukan photoshoot selayaknya foto pre wedding dengan berlatar tembok pada lahan parkir tersebut. Selang tidak lama gue si pemilik Vespa (namanya Eza) untuk menghunting foto di daerah kebon jeruk, tanpa destinasi gue pun dibonceng Eza lekas pergi meninggalkan warung kopi.
| Pre-Wedding that I mean for |
Karena gue sama sekali tidak tau tempat spot untuk foto di bagian lain jalan panjang, gue menyerahkan destinasi tujuannya ke Eza. Dia pun merekomendasikan ke kali di dekat sekolah tercinta gue. Mendengar kata kali yang terlintas di pikiran gue hanyalah aliran air yang gelap kelam serta penuh sampah. Siapa sangka, kali yang dimaksud ini yang gue baru tau namanya kali pesanggrahan merupakan tempat yang sejuk karena diramaikan dengan pohon-pohon di pinggir jalan bantaran kali. Kesan pertama gue, gue berasa seperti di puncak, adem-adem gimana gitu.
| What a good place to see the blue of sky |
| Long Last Buddies |
| Chuck's of the day |
Setelah puas mengambil foto vespanya Eza, Zulham pun datang menyusul meramaikan senja hari ini. Sambil menunggu bergantinya warna langit, kita bertiga pun duduk-duduk manja di pinggir jalan sambil membakar tembakau masing-masing. Tidak lupa cerita pun terbagi di senja tersebut yang kian perlahan berganti.
Langit pun berganti warnanya, puas mengabadikan gambar, kita bertiga pun lekas kembali ke warung kopi. Kembali ke starting point.
| a flower and loneliness |
| Ngenggggg |
| Apakah kau melihat mentari senja? |
Sekiannnn, and see you soon :*
btw, Selamat Tahun Baru 2017 semua :*:*
Semoga gue lulus UN
Mohon maaf apabila kebanyakan tulisannya juga tata bahasanya yang sungguh berantakan.
Follow my Instagram @sulthannnn for my latest photograph.
Don't forget my buddy too @zulhamhmd (Zulham)


0 comments:
Post a Comment